Hari ini 56 tahun yang lalu, Gerakan 30 September PKI (G30S/PKI) yang memakan korban sejumlah jenderal TNI AD terjadi pada 1965. Mereka yang menjadi korban dalam peristiwa memilukan ini adalah Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani, Mayor Jenderal Raden Soeprapto, Mayor Jenderal Mas Tistodarmo Haryono, Mayor Jenderal Siswondo Parman, Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan, Brigadir Jenderal Sutoyo Siswodiharjo, Lettu Pierre Andreas Tendean. PKI beralasan, para jenderal itu akan melakukan kudeta terhadap Presiden Soekarno melalui Dewan Jenderal.
Pahlawan yang telah gugur tidak mati dengan sia-sia. Mereka mati dengan hormat dengan mempertahankan kedaulatan bangsa Indonesia.
Percaya dan yakinlah bahwa kemerdekaan satu negara yang didirikan di atas timbunan reruntuhan ribuan jiwa, harta benda dari rakyat dan bangsanya tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia, siapapun juga. - Jenderal Soedirman
menjadikan peristiwa 1965 sebagai memori kolektif bangsa merupakan hal baik agar peristiwa serupa tidak terulang. Namun, Kami meminta masyarakat tidak mewariskan dendam masa lalu pada generasi penerus.
Sehingga yang harus kita tanamkan adalah semangat membela bangsa dan negara dengan ideologi Pancasila.